Yang dimaksud dengan gangguan irama jantung merupakan kelainan denyut jantung yang terlalu cepat atau lambat.
Secara normal kecepatan denyut jantung pada saat istirahat sekitar enam puluh hingga seratus per menitnya.
Jadi bila denyut jantung saat istirahat di atas seratus kali per menit, ia bisa diperkirakan menderita gangguan irama jantung.
Begitu pula bila detak jantung di bawah enam puluh kali per menit. Maka ia bisa diperkirakan mengalami gangguan irama jantung lemah.
Gejalanya sendiri menurut Yoga bisa bervariasi. Mulai dari jantung yang sering berdebar, pingsan mendadak, hingga akhirnya kematian.
Uniknya penyakit ini bisa menimpa berbagai kalangan umur. Mulai dari bayi hingga orang tua.
Pada bayi kadang ditemui kadar detak jantung yang terlalu lemah. Ini bisa saja disebabkan karena memang ada kelainan sejak lahir. Namun bisa juga ini disebabkan perilaku orang tua yang tak sehat, seperti sering merokok, minum kopi berlebih, mengosumsi alkohol terlalu banyak atau minum coklat dengan tak teratur. Selain juga ada perangsang dari keadaan psikis dan lingkungan di dalamnya.
Penyembuhan
Tak dipungkiri bila menghadapi kondisi seperti ini memang bisa menakutkan. Memang, kematian bisa datang kapan saja, namun dengan adanya penyakit ini kematian bisa datang dengan lebih besar potensinya.
Sebenarnya kalau mau diselusuri, penyakit ini disebabkan karena terganggunya fungsi atrial fibrillation pada jantung.
Kelainan ini menurut ahli jantung di JHVC , yaitu Dr. Utojo Lubiantoro, SpPJ, bisa disebabkan berbagai hal. Namun yang jelas, penyakit seperti ini sebenarnya sudah bisa disembuhkan dengan teknologi yang ada sekarang.
“Dengan tindakan ablasi dan elektrofisiologi, penyakit ini bisa disembuhkan secara sempurna,” urai Utojo. Ablasi sendiri merupakan tindakan memutus sumber gangguan dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan dari gelombang frekuensi radio.
“Teknik ablasi sebenarnya cukup efektif, karena mampu membuat penderita tidak perlu lagi mengonsumsi obat-obatan selain juga memiliki tingkat keberhasilan hingga sembilan puluh lima persen banyaknya,” tambah Utojo, yang memiliki jadwal praktik sepanjang minggu di JHVC.
Untuk penderita gangguan irama jantung lambat, biasanya terapi penyembuhan yang dilakukan dengan memasang alat pacu jantung permanen. “Itu dilakukan untuk menjamin kecukupan frekuensi denyut jantung,” urainya.
Dengan begitu, pasien harus menjalani operasi kecil untuk memasang alat tersebut. Biasanya alat ditaruh di bawah kulit dada, lalu dihubungkan ke jantung dengan sejenis kabel.

Halo , mas angga saya mau tanya , dengan cara apa kita bisa mengetahui denyut jantung kita secara pasti ? thx mas annga , tolong di jawab ya