Bait 117
Mbesuk yen ana kreta lumaku tanpa turangga..Tanah Jawa kalungan wesi..Prahu lumaku ing ndhuwur awing – awing..Kali gedhe ilang kedhunge..Pasar ilang kumrandange..Hiya iku pertandhane tekane zaman..Kababare jangka Jayabaya wus amrepeki.
( Kelak bila ada kereta berjalan tanpa kuda..Tanah Jawa berkalung besi..Perahu berjalan diangkasa..Sungai besar hilang lubuknya..Pasar kehilangan gaungnya..Itulah tanda – tanda akan tibanya zaman..Dimana ramalan Jayabaya tengah mendekati kenyataan )
Tafsir atas ramalan ini adalah kira – kira sebagai berikut :
Kereta berjalan tanpa kuda berarti kendaraan yang di gerakkan oleh tenaga bukan hewan ( mesin ). Tanah Jawa berkalung besi berarti Pulau Jawa (Juga pulau – pulau yang lain ) mempunya rel kereta api. Perahu berjalan diangkasa adalah pesawat terbang. Sungai kehilangan lubuknya karena bendungan ( waduk ) banyak dibangun , pasar tradisional tersingkir kehilangan gaungnya digantikan pusat perbelanjaan modern ( mall , plaza dll ) Jayabaya mengatakan tersebut dan seperti yang kita lihat ternyata ramalan itu benar – benar terjadi padahal Jayabaya meramal hal ini jauh – jauh hari ( tahun 1130 – 1160 an ).
Bait 118
Rawa dadi bera..Iblis anjalma manungsa..Iblis mendhilis..Manungsa sara..Jaran doyan sambel..Kreta arodha papat setugel..Wong bener thenger – thenger..Bejane sing lali..Bejane sing eling..Nanging isih beja sing waspadha.
( Rawa mengering.. Iblis menjelma menjadi manusia..Iblis muncul dalam kejahatan..Manusia menjadi sengsara..Kuda suka sambal..Kereta beroda empat sepotong..Orang yang benar tak berdaya.. Untung bagi yang lupa.. Untung bagi yang ingat..Namun masih lebih untung yang waspada .)
Tafsir atas ramalan ini kira – kira sebagai berikut :
Rawa mongering ( bisa juga dikeringkan ) terjadinya perubahan fungsi lahan secara besar – besaran dan berubahnya ekologi. Iblis menjelma menjadi manusia dan seterusnya.
memperlihatkan bersimaharajalelanya kejahatan. Banyak yang lupa diri , lupa hakikat kemanusiaannya . Namun bersyukurlah orang yang tetap mampu menjaga diri dan tidak ikut tercebur arus zaman.
Kita sendiri bisa melihat bahwa apa yang diramalkan Jayabaya pada saat itu saat ini benar – benar terjadi. Pembunuhan sadis yang tak segan – segan memutilasi korbannya seakan akan manusia sudah seperti hewan , banyaknya banjir karena fungsi lahan yang sudah bergeser tidak sebagimana mestinya. Oleh sebab itu diharapkan supaya kita lebih waspada.
