Pemilihan Gubernur Jatim saat sekarang ini masih diwarnai dengan ketidakpuasan salah satu peserta yaitu pasangan Ka – Ji. Dengan segala hormat tanpa memihak kepada siapapun , penulis mencoba mengungkapkan uneg – uneg dalam hati. Mengapa peristiwa protes memprotes masih saja terjadi dalam wacana suatu proses politik? Seakan akan salah satu pihak pasangan atau calon adalah yang paling benar dan paling berhak. Mereka mengklaim bahwa pasangan merekalah yang seharusnya memenangkan pemilihan Gubernur tersebut. Sangat sangat lucu sekali seandainya saja pasangan Ka – Ji dimana di pihak ini mereka sebagai penggugat misalnya menjadi pemenang. Tiba – tiba hal yang sama dilakukan pihak pasangan lawannya, yaitu Kar – Sa juga melakukan gugatan mengklaim adanya kecurangan? Trus sampai kapan hal tersebut akan berakhir dan selesai? Kiranya para calon yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim tidak hanya “ Siap Menang “ saja tetapi juga harus SIAP KALAH !
Kiranya para elit politik segera membenahi mental dirinya sendiri sebelum membenahi Jatim seperti gembar gembornya selama kampanye.
