Raul Gonzalez terus produktif mencetak gol. Ditambah tiga gol yang dilesakkannya ke gawang Real Union kemarin (12/11), Raul kini mengoleksi total 300 gol untuk Real Madrid. Jumlah itu mengukuhkannya di peringkat kedua top scorer sepanjang masa Real.
Raul pun semakin dekat dengan rekor legenda Real Alfredo di Stefano yang mencetak 307 gol selama sebelas musim (1953-1964). Tinggal tujuh gol lagi, pemain 31 tahun tersebut menyamai catatan emas sang legenda. Sejarah itu bukan tidak mungkin diraih Raul musim ini.
Sayang, meski mencetak tiga gol ke gawang Union, Raul tidak bisa menikmatinya karena Real tersingkir. ”Tersisihnya kami adalah salah satu titik rendah dari klub ini. Kekalahan ini sangat menyakitkan. Kami disingkirkan oleh tim dari Segunda B dan kami kebobolan enam gol (dalam dua pertandingan),” kata Raul di situs Goal.
”Kami berupaya keras dan bermain bagus dalam menyerang. Tapi, itu tidak cukup. Sekarang kami harus menganalisis kesalahan kami, mengoreksinya, dan melangkah maju dengan kepercayaan diri,” sambung pemain binaan Akademi Sepak Bola Real Madrid tersebut.
Dengan peluang main yang terbuka dan kompetisi yang masih panjang, Raul hampir pasti memecahkan rekor Di Stefano. Jika prestasi itu tercapai, Raul pantas disebut sebagai legenda Rael Madrid sejati. Sebab, sepanjang karirnya, pemain kelahiran 27 Juni 1977 tersebut hanya bermain untuk Los Merengues, julukan Real. Raul juga menegaskan tidak akan meninggalkan Real dan bermain untuk klub lain.
Sementara itu, Di Stefano tidak seratus persen menghabiskan karirnya di Real. Setelah sebelas musim membela Real, pemain berdarah Argentina tersebut melanjutkan kiprahnya bersama Espanyol (1964-1966). Di Stefano menjadi top scorer sepanjang masa Real baik di Liga Primera maupun di semua ajang.
