Ban kapten timnas Argentina akhirnya disematkan kepada Javier Mascherano. Gelandang Liverpool itu tak kuasa menolak setelah dirayu pelatih Argentina Diego Armando Maradona saat keduanya bertemu pekan lalu.
Setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih tim Tango (sebutan Argentina) pada 4 November lalu, Maradona meminta Mascherano untuk menerima ban kapten. Awalnya, Mascherano menolak tawaran tersebut. ”Sekarang dia sudah menerima dan siap mengemban tugas sebagai leader di lapangan,” jelas Maradona di Buenos Aires, Argentina, kepada radio La Red kemarin (11/11).
Maradona mengatakan, Mascherano adalah satu-satunya pemain yang ditawarinya menjadi kapten. Sebagai catatan, jabatan kapten Argentina sebelumnya disandang Javier Zanetti, pemain Inter Milan yang punya caps terbanyak di timnas saat ini (126 caps).
”Saya percaya penuh kepada Mascherano. Saya sudah berdiskusi dengannya tentang tugas sebagai kapten tim,” ujar Maradona.
Mascherano termasuk pemain yang matang di timnas. Mantan pemain West Ham United dan River Plate itu berkostum Argentina secara berjenjang, mulai timnas U-19, U-23, hingga senior. Jadi, meskipun baru 24 tahun, dia sudah mengoleksi 45 caps dan dua gol di timnas senior. Debut Mascherano sebagai kapten Tango bakal dimulai saat menghadapi Skotlandia dalam uji coba di Hampden Park, Glasgow, Rabu mendatang (19/11).
Selain masalah kapten tim, Maradona menyatakan tertarik menjadikan mantan rekannya semasa bermain di timnas dulu, Oscar Ruggeri, sebagai asisten pelatih. Namun, niat Maradona itu tampaknya akan menuai kontroversi. Sebab, Ruggeri dikenal berseteru dengan Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) Julio Grondona.
”Saya pikir, peluang Oscar (menjadi asisten pelatih timnas Argentina, Red) tetap besar,” ujar Maradona. Sebelumnya, pelatih berusia 48 tahun itu mengincar Julio Brown dan Sergio Batista sebagai kandidat asistennya.
