Jakarta -
Polri mengerahkan kekuatan penuh menghadapi eksekusi Amrozi Cs. Status siaga diberlakukan di sejumlah wilayah. Bahkan hingga menggelar operasi anti teror dengan merazia kendaraan. Tudingan pun muncul dari sejumlah pihak, polisi over acting atau berlebihan. Tapi hal itu dibantah.
“Polisi di tiap-tiap daerah mengerahkan kekuatan untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (8/11/2008).
Abubakar tidak merinci jauh gangguan keamanan yang mungkin muncul. “Kita doakan saja, mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” imbuhnya.
Antisipasi keamanan menjelang eksekusi memang tampak luar biasa. Di sekitar rumah Amrozi di Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur, sampai dikerahkan ratusan petugas berseragam dan bersenjata lengkap. Ikut pula mobil tahanan dan ambulans.
Tidak jauh berbeda di kediaman Imam Samudera, di Serang, Banten. Walau tidak sebanyak seperti di kediaman Amrozi, namun petugas menenteng senjata terlihat hilir mudik. Demikian pula dengan di kawasan Dermaga Wijayapura, Cilacap yang menghubungkan dengan Pulau Nusakambangan ini, polisi sampai mengacak sinyal telepon seluler.
Soal ini, Abubakar kembali menegaskan itu dilakukan untuk pengamanan. Dia juga menolak menyebut, pengamanan itu dilakukan karena polisi sudah mengendus dugaan kemungkinan adanya teror. “Tidak…tidak. Mudah-mudahan aman,” jelasnya
